menteri kesehatan nafsiah mboi mengingatkan pentingnya dibangun pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) ramah remaja yang sangat strategis selama menghindarkan mereka daripada seluruh persoalan.
pada waktu remaja, anak-anak kita tersebut menghadapi seluruh tantangan yang luar biasa, semisal narkoba serta godaan seks, ujarnya di ambon, senin.
bila ketahanan mental serta iman kaum remaja ini tak kuat, maka mereka mau terjerumus ataupun terbawa ke perilaku seks menyimpang, narkoba serta penggunaan napza dan berakibat selama kehamilan serta persalinan dan begitu muda usianya.
perilaku negatif lainnya dan dialami remaja adalah menjadi perokok aktif, katanya.
Informasi Lainnya:
- Hasil Akhir Indonesian Masters 2013
- Hasil Dari Ajang Indonesian Master 2013
- Hasil Dari Ajang Indonesian Master 2013
- Jasa SEO Terpercaya
karena tersebut, ujarnya, dinas kesehatan bersama pemerintah provinsi maluku dicari bisa mengembangkan sarana puskesmas ramah remaja selama seluruh daerah supaya membina anak-anak sejak usia muda mengenai bahaya narkotika juga seks bebas.
menkes menyampaikan, data balai litbang kemenkes melaporkan pengeluaran rumah tangga untuk rokok di pilihan kabupaten serta kota dalam provinsi maluku mencapai 3,4 persen dibanding pengeluaran untuk biaya kesehatan dan cuma 1,2 persen.
jadi pengeluaran uang agar rokok lebih besar dan dampaknya ingin memicu timbulnya penyakit tidak menular seperti kanker mulut, kanker tenggorokan dan paru-paru, menyebabkan hipertensi serta serangan jantung, tutur menkes.
tapi kalau asli remaja tidak merokok dan udara pada rumahnya bebas rokok dengan begini paru-parunya akan tambah besar melalui baik.
menkes hafsiah mboi menggarap kunjungan kerja dua hari ke maluku agar mencanangkan pos pembinaan terpadu penyakit menular (bindu ptm), meninjau proyek pembangunan fakultas kedokteran unpatti juga membuka rapat kerja kesehatan daerah provinsi maluku.